Kamis, 18 Agustus 2016

Review Film Italian Race (2016)

Sekarang tanggal 18 Agustus 2016, tepat satu hari setelah HUT RI ke-71. Waktu menunjukkan jam 22:29 WIB, artinya sudah cukup malam.

Kali ini gua bakal memberikan review soal film Italian Race yang cukup membuat gereget dengan kepotan mobilnya.

Oh ya, gua sekarang nulisnya gak sendirian karena selain nonton bareng dia, sekarang dia juga bantu gua buat nulis review ini.

Tepat saat ini, dia bilang di chat, kalau mau pura-pura tidur, KAN TOLOL.

Nah, sekarang malah ngata-ngatain gua, JANCOOK, ASUU, KAMPRET. Dia terbawa dengan film Italian Race karena subtitelnya banyak menggunakan kata kotor tersebut di atas.

Back lagi ke film Italian Race, gua agak bingung di awal film karena seperti terlalu mengada-ada.

Awalnya, bapaknya meninggal saat dia lagi balapan, terus saat acara pemakaman, cewek pemeran utama yang bernama Giulia malah bertemu dengan Kakaknya yang sudah terpisah selama 10 tahun lamanya, Loris.

Setelah gua bingung dan tanya ke Nanda tanpa H, Loris merupakan seorang pecandu narkoba yang cukup akut. Ia tak sendirian karena bersama dengan "Wanitanya" yang juga seorang pecandu.

Loris ini orangnya pea, pekok, goblok, gak jelas pokoknya. Mirip zombie, hidup segan mati ogah. Tapi, gue sama nanda sepakat kalau dia ini orang baik sejak awal film dimulai.

Ini bisa dibilang sebagai kali pertama gue dan nanda sepakat. Kayaknya sih.

Oh ya balik lagi ke film itu, gue salut banget sama perut si Giulia. Sebelumnya, dia gendut, chubby-chubby gimana gitu. Terus, dia workout tuh, olahraga, akhirnya, dia pun kurus.

Gue jadi serasa terpacu untuk bisa berolahraga dan workout lebih keras lagi. Gua punya blog tentang fitness gua juga loh, bisa buka di Gym and Fitness.

Kayaknya, jadi panjang banget nih reviewnya. Langsung aja ke akhir film, pokoknya unpredictable banget deh.

Nanda sih bisa nebak karena asal-asalan, dia ngotot kalau Loris gak mati, padahal gua yakin dia mati. Eh, gak taunya si Loris ada di Kuburan, tapi gak Mati, KAN TOLOL.

Oh ya, hampir lupa, untuk film ini, lo pada bisa belajar soal kedekatan seorang keluarga atau saudara. Walau suka berantem gak jelas, tapi pada dasarnya mereka itu saling sayang (Background musik baper, AKU MENANGISI MU HUHUHUH "Lagu Wali")

................... Bentar, diskusi sama nanda soal tambahan reviewnya (ngobrol di chat)

Nanda yang tulis:
Halo guys pasti penasaran kan sama gua yang ganteng ini, kalau mau kenalan nanti saja, kita lagi ngebahas mengenai film ini, nah yang membuat gua bingung adalah ada seorang kakek yang kelihatannya sangat dekat dengan keluarga ini, dia seakan sangat mengenal semua karakter dari tokoh pemeran film seperti Giulia, Loris dan si pelit senyum Nico.

Bisa jadi tuh kakek adalah seorang stalker, tapi siapa yang tau, bagi yang tau diam-diam saja, biar yang lain ikut penasaran seperti gua.

Satu lagi nih yang buat gemes adalah adik dari Loris dan Giulia yang sangat pendiam serta pelit banget senyum, gua sama teman gua yang sok kekar ini menunggu momen-momen untuk melihat si Nico ini tersenyum, dan alhasil dia tersenyum juga akhirnya saat ......................... ada yang bisa menebak?

ANJING SI NANDA, NULIS 3 PARAGRAPH DOANK SAMPE 20 MENIT, KAMPRET!!!

DAH DAH, REVIEWNYA SEGINI DULU AJA....

LANJUT NONTON DULU BIAR BISA BIKIN REVIEW LAGI... 

0 komentar:

Posting Komentar